Rabu, 14 September 2011

Gimana Kalo Pesaingnya Banyak?




Berjualan retail merupakan kategori bisnis yang cukup menantang, kalau sukses untungnya bisa ngalir terus tapi kalau gagal bisa sama sekali tidak ada barang keluar dalam satu hari. Perencanaan yang dibuat tidak hanya mengacu pada jangka panjang, bahkan lebih focus pada rencana menengah pendek. Intinya rapor dari penjualan keluar setiap hari, tapi disinilah letak tantangannya dimana kita dipacu untuk terus mencari solusi setiap harinya.

Pada pelaksanaan bisnisnya, untuk produk retail secara umum bersifat sangat kompetitif, karena begitu banyak pesaing yang juga memperdagangkan produk yang kita miliki, sehingga ada beberapa hal yang ingin saya sharing sebagai kunci keberhasilan dalam berjualan.

Pertama Test Produk Ke Market
Tidak selamanya harga murah itu disukai oleh konsumen, konsep segmentasi market harus kita pahami sebelumnya. Kita harus paham dulu karakteristik dari target market yang sedang kita garap, bisa kita lakukan dengan observasi atau jika kita pedagang baru dengan melakukan pengujian produk ke pasar untuk menentukan produk mana yang diterima oleh pasar.

Ada seorang rekan yang merupakan seorang penjual sarung tenun, dia berjualan sarung dari kisaran harga Rp. 15.000 – Rp. 45.000, pada awalnya dia sangat percaya diri kalau sarung yang paling banyak terjual adalah yang harganya Rp. 15.000, tapi ternyata di lapangan prediksinya salah. Konsumen banyak mencari sarung dikisaran harga Rp. 25.000 – Rp. 32.500, alasannya adalah kualitas.

Pada satu segmen tertentu, konsumen sudah memiliki sebuah ekspekatsi tentang produk berikut juga kisaran harga yang layak untuk mendapatkan kualitas yang diinginkan. Sehingga ketika ditawari produk yang sangat murah tetapi jikamemiliki kualitas tidak sesuai dengan ekspektasi yang diharapkan peluang untuk terjadinya penjualan relatif kecil

Kedua Carilah Supplier Sampai Ke Negeri Cina
Hahaha, ini hanya perumpamaan saja kok. Dalam persaingan yang homogen harga memiliki peranan sangat penting, beda 500 rupiah saja bisa membuat konsumen kita berpindah ke lapak sebelah. Agar harga kita bersaing ada 2 pendekatan yang bisa kita pilih ; pertama ambil margin yang tipis kedua: cari supplier termurah.

Bagi saya opsi kedua lebih menarik, karena dengan harga yang bersaing dipasar margin kita pun masih tinggi. Pencarian supplier haruslah melalui proses penggalian yang ulet dan panjang, kita harus sering melakukan observasi dan sensitive terhadap informasi, kalau perlu jika supplier termurah itu ada di negeri cina ya kejarlah ke sana. Asal itung-itungan bisnis kita masih cuan. Prinsipnya selama ada yang bisa jual lebih murah dari kita berarti masih ada sumber yang belum kita tahu. Jadi berjuanglah pantang menyerah.

Ketiga : Cari Konsumen Sampai Kolong Jembatan
Kalau promosi jangan jaim-jaim dan irit kalau memang ada alokasinya maksudnya bukan berarti saya mengarahkan ke penghamburan uang untuk pasang media dimana saja sambari keefektifannya masih belum terukur, tapi jika kita yakin suatu media memang akan efektif dalam memberitahukan keberadaan kita kepada target market maka berpromosilah secara konsisten.

Pokoknya kita harus tajam dalam membaca kebutuhan informasi dari calon konsumen kita, keberadaan mereka, kebiasaan mereka sehingga memudahkan kita menyalurkan informasi secara efekti. Dan sekali lagi jangan ragu untuk berpromosi.

Keempat : Ajak Ngobrol Konsumenmu

Saya sih paling enak beli barang ke pemilik toko yang bisa saya ajak diskusi dan ngobrol, karena merasa aman dan nyaman untuk transaksi. Sehingga di lain waktu kalau ingin beli barang yang sama pasti akan datang lagi, bahkan kalau mau beli barang lain seringkali minta referensi. Kira kira gambarannya jika berkaca dari sudut pandang konsumen.

Dalam berbisnis retail kita tidak bisa hanya mengandalkan pembeli baru, malahan repetisi dan rekomendasi itu memiliki kontribusi terbesar dalam penjualan. Untuk membuat konsumen kita mau membeli kembali, interaksi dengan konsumen adalah wajib guna menciptakan keterikatan emosional. Jadi kalau ada konsumen jangan dicuekin, minimal kalau lagi sibuk tersenyumlah sedikit dan menyapa. Lagian senyum itu gratis.

Sebenarnya masih banyak hal yang harus dipahami dalam berjualan retail, namun 4 poin di atas saya rasa cukup sebagai modal awal brdagang retail. Selamat berjuang !!

http://creasionbrand.blogspot.com/
sumber gambar: inderrr.wordpress.com
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar